Informasi wisata klenteng saat imlek 2020

Hari raya Imlek bakal diselenggarakan pada akhir minggu ini. Buat kalian yang merayakannya, saatnya mencari klenteng buat beribadah nanti.

Tenang, sebab Jakarta memiliki sebagian klenteng menawan dengan sisi sejarah yang dapat dikulik. Kalian dapat mengajak keluarga ke mari, tidak hanya beribadah namun pula melancong.

Dengan posisi yang lumayan strategis, deretan klenteng ini dapat gampang diakses, lho. Jadi, tidak butuh takut soal kendaraan buat ke situ.

Penasaran? Pegipegi memiliki saran 4 klenteng di Jakarta buat memperingati Imlek bersama keluarga.

KLENTENG HIAN THIAN SIANG TEE

Terletak di kawasan Gelora, Palmerah Selatan, Klenteng Hian Thian Siang Tee merupakan rumah ibadah yang telah berumur 160 tahun. Dihiasi lampion- lampion berjumlah 175, klenteng ini ialah tempat sembhayang masyarakat Tionghoa kepada dewa utama Hian Thian Siang Tee. Bilik Kelenteng Hian Thian Siang Tee didominasi corak merah beserta relief naga melingkar di tiap tiang depannya. Ada pula hiasan aksara Cina yang terhias pada pintu masuk depan buat menyongsong para pendoa. Beberapa lukisan dewa- dewa terpancar di taman klenteng bagaikan lambang kerukunan keluarga antara kakek, anak serta cucu.

KLENTENG TAN SENG ONG( VIHARA Ciri BHAKTI)

Untuk kalian yang tinggal di Jakarta, Klenteng Tan Seng Ong( Vihara Ciri Bhakti) dapat jadi alternatifnya. Berlokasi di kawasan Petak 9, Glodok, bangunan tradisional Cina telah terdapat semenjak 1650 silam. Vihara Ciri Bhakti ialah rumah untuk Si Dewa Pelindung, Tan Seng Ong yang sekalian pendiri dari bangunan tersebut. Kesan tenang juga bisa kalian tangkap dikala melangkah masuk ke dalam kelenteng. 2 arca singa yang mengapit kuil kecil di depan, seolah berikan salam selamat tiba untuk kalian serta orang dekat tercinta.

VIHARA DHARMA BHAKTI

Vihara Dharma Bakti merupakan satu dari 3 wihara tua yang hingga dikala ini masih digunakan buat peribadatan umat Buddha etnis Tionghoa di Jakarta. Pada tahun 1740, wihara ini pernah hangus dibakar dikala terjalin kejadian pembantaian etnis Tionghoa. 5 tahun setelah itu, tepatnya pada 1755, wihara yang jadi saksi eksisnya etnis Tionghoa di Indonesia ini, dibentuk kembali oleh Kapitein Oei Tjhie. Vihara yang berumur lebih dari 3 separuh abad ini tidak pelak jadi saksi bisu pertumbuhan warga Tionghoa di Indonesia.

KLENTENG SIN TEK BIO

Klenteng yang satu ini telah terdapat semenjak tahun 1698. Terletak di suatu gang kecil sehingga jika kamu mengunjungi tempat ini terasa sulit menggunakan bus pariwisata. Klenteng Sin Tek Bio jadi cikal bakal Pasar Baru. Klenteng ini terasa istimewa apalagi nampak dari luar. Di dalam klenteng ada sebagian meja altar dengan arca dewa- dewi yang terletak di atas meja. Di dalam klenteng kalian pula dapat memandang sebagian bongkah parafin setinggi kurang lebih 130 sentimeter yang mengapit gentong buat menancapkan dupa ataupun hio. Diketahui pula bagaikan Vihara Dharma Jaya, klenteng ini sesuai buat kalian sambangi cocok Imlek nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *