Masjid Agung Ilaykal Mashir Majene Sulawesi Barat

Masjid Raya Ilaykal Mashir adalah masjid agung di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Masjid besar ini didedikasikan pada hari Jumat, 14 Agustus 2015 oleh Bupati Majene Kalma Katta. 

Peresmian disambut oleh masyarakat karena masjid ini dibangun selama tujuh tahun. Peresmian masjid ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Majene, Kalma Katta, pada pukul 10.28 pagi WITA, upacara pelantikan juga bertepatan dengan peringatan ke-470 distrik Majene.

Masjid Agung Ilaykal Mashir Majene Sulawesi Barat

Ikon baru di kota Majene.

Peresmian, yang diadakan pada hari Jumat saat menguduskan penggunaan Masjid Agung Ilaykal Mashir, dimulai dengan shalat Jumat pertama. Bupati Majene, Kalma Katta, Wakil Bupati Fahmi Massiara, ketua DVRD, Darmansyah dan masyarakat Majene melihat sejumlah pejabat meluap di masjid agung.

Masjid Raya Ilaykal Mashir dibangun dengan gaya arsitektur bangunan masjid modern karena sekarang menjadi tren untuk pembangunan masjid besar di berbagai daerah di Sulawesi. 

Sebuah bangunan tinggi besar dengan dinding besar dilengkapi dengan Kubah Masjid yang sangat besar di atap ditambah beberapa kubah kecil dengan warna yang sama di masing-masing dari empat sudut atap.

Eksterior masjid ini menggunakan warna-warna cerah, sedangkan interior masjid menggunakan kombinasi warna putih dan hijau sebagai aksen pemanis. Objek paling menarik di bagian dalam Masjid Agung Ilaykal Mashir adalah khotbah mimbar yang dibuat dalam bentuk yang sangat unik, mengadopsi kearifan lokal masyarakat Majene.

Megah di dua lantai, masjid ini adalah salah satu masjid terbesar di Sulawesi Barat. Dibangun di area kompleks kantor Kabupaten Majene tetapi dapat diakses dari semua arah di dalam kota Majene. Panitia pembangunan masjid diprakarsai dan dipimpin oleh Bupati Majene H. Kalma Katta.

Proyek untuk pembangunan Masjid Raya Ilaykal Mashir

Proyek pembangunan masjid Kabupaten Majene dimulai pada 2008 dengan pembangunan batu pertama. Untuk menyelesaikan konstruksi, pembiayaan multi-tahun sebesar 30 miliar diperlukan dari APBD Kabupaten Majene dan provinsi APBD Sulawesi Barat. Proyek pembangunan masjid selesai untuk waktu yang lama, sampai diresmikan pada tahun 2015.

Rencana induk konstruksi adalah dalam bentuk masjid dua lantai yang dilengkapi dengan layanan ibadah modern dan pusat Islam. 

Lantai kedua ditunjuk sebagai tempat sholat, sedangkan lantai pertama ditujukan untuk sekretariat kantor lembaga Islam mulai dari MUI, BKMT dan lainnya.

di lantai pertama ada juga ruang serbaguna.

Menurut kepala Departemen Pekerjaan Umum, Majene, Ir. Adam Yahya, MT, area Masjid Agung Majene adalah 1,1 Ha sementara area konstruksi 0,5 Ha. Sedangkan area parkir dan taman adalah 0,6 Ha. 

Diperkirakan memiliki kapasitas 4.000 jamaah. Di tempat parkir, jika ada sholat, saya dapat menampung 6.000 jemaat. Jadi jika total perkiraan kapasitas jamaah bisa mencapai 10.000 orang di dalam dan di luar masjid.

Pusat Kegiatan Islam di Kabupaten Majene

Sebagai masjid agung dari Kabupaten Ilaykal Mashir Agung menjadi pusat berbagai kegiatan Islam di Kabupaten Majene.

Masjid adalah pusat kegiatan untuk memperingati hari libur Islam di tingkat kabupaten, dengan doa dari Idul Fitri dan Idul Adha untuk pembebasan dan menyambut jemaah haji dari distrik Majene.

Setahun setelah pembukaannya, pada 16 Agustus 2016, Masjid Agung Ilaykal Mashir menjadi tempat keberangkatan 200 calon jemaah haji di Kabupaten Majene 1437 H / 2016 M. Upacara tersebut dihadiri oleh bupati Majene Dr . H. Fahmi Massiara MH, Wakil Bupati Majene H. Lukman SPd, MPd, Ketua Majene DPRD Drs. Darmansyah, Wakil Presiden DPRD II Hj Hasbina Arif Saleh S. Sos, MSI, Kasdim 1401 Majene, SKPD Majene, Kepala Departemen Agama Kabupaten. Majene, Kepala Departemen Operasi Kepolisian Resor Majene, Sulawesi Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *